Kamis, 07 Mei 2020

Manajemen keuangan dalam wirausaha

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Syalom, nama budaya.
Salam sejahtera untuk kita semua


Halo teman-teman, kali ini saya akan membahas perihal Manajemen Keuangan dalam bisnis yang sedang atau akan kita lakukan. Sebab manajemen keuangan dalam wirausaha itu sangatlah penting. Apa pentingnya? lalu manajemen keuangan itu apa? fungsinya apa dalam sebuah usaha? lalu bagaimana cara menuyusun manajemen keuangan yang baik untuk usaha yang sedang atau akan kita lakukan? Yuk kita simak bersama penjelasan yang akan saya sampaikan di bawah ini!

   Mengelola keuangan suatu usaha (bisnis) dengan baik, bukan hanya dilakukan oleh usaha yang besar saja. Tetapi usaha kecil dan menengah harus melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Karena kinerja keseluruhan suatu usaha bisnis sangat dipengaruhi oleh kinerja keuangan usaha yang bersangkutan. Pengertian umum dari pernyataan diatas adalah bahwa semakin baik kinerja keuangan suatu perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan tersebut meraih sukses.

   Manajemen keuangan memiliki peran penting dalam jalannya sebuah perusahaan. Baik berprofesi sebagai seorang pemimpin atau pekerja dalam sebuah bisnis, Anda perlu tahu apa yang dimaksud dengan manajemen keuangan beserta peran penting, fungsi, dan contohnya. Hal ini untuk menjaga kelancaran bisnis yang dilakukan serta meningkatkan keuntungan.

   Penanganan manajemen keuangan suatu perusahaan, apakah perusahaan itu besar atau kecil permasalahan akan tetap sama, yaitu bagaimana seorang manajer atau pemilik perusahaan mencari sumber dana yang murah dan dapat digunakan dan dikelola sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil kecilnya.  Dalam pengelolan keuangan ada 3 aspek yang harus diperhatikan yaitu:
1). Bagaimana sumber Dana itu diperoleh
2). Merencanakan dan mengendalikan dana yang diperoleh
3). Serta bagaimana menggunakan dana yang efektif dan efesien


DEFINISI MANAJAMEN KEUANGAN


   Manajemen keuangan memiliki beberapa definisi menurut para ahli. Pada intinya, ini adalah studi tentang keuangan. Jika mengikuti teori dari Solomon, manajemen keuangan adalah bagaimana menentukan cara yang efektif dalam penggunaan dana modal untuk dijadikan sumber daya ekonomi. Ada lagi pandangan dari Howard dan Upton tentang manajemen keuangan, yaitu bagaimana menerapkan prinsip-prinsip umum manajerial dalam pengambilan keputusan keuangan. Dari semuanya, definisi yang sering dipakai adalah dari S.C Kuchhal. Manajemen keuangan memiliki kaitan dengan pengadaan dana dan pemanfaatannya secara efektif dalam menjalankan bisnis.
FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN

Fungsi manajemen keuangan, ada lima yang utama, yaitu:

  1. Fungsi likuiditas: setiap manajer keuangan memiliki tugas untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber untuk perusahaan dan memperkirakan arus kas. Perusahaan harus tahu perhitungan sumber dana dan kas masuk dari klien untuk digunakan pembayaran pemasok dan pemberi pinjaman.
  2. Estimasi kebutuhan modal: estimasi kebutuhan modal bergantung pada laba, biaya yang ditargetkan, kebijakan aturan, serta rencana program di masa depan. Estimasi menjadi bagian yang krusial, harus dibuat dengan tepat agar potensi penghasilan meningkat.
  3. Komposisi modal: untuk mengetahui komposisi modal, Anda harus melibatkan analisis ekuitas utang jangka pendek dan panjang. Sebagian besar bergantung pada dana tambahan dari pihak eksternal dan proporsi modal ekuitas milik perusahaan.
  4. Memilih sumber dana: untuk menjalankan perusahaan, ada berbagai macam sumber dana dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Misalnya saja surat utang dan saham.
  5. Kontrol harga: kontrol harga dilakukan untuk melakukan pengawasan pada pengeluaran perusahaan. Informasi ini disimpan pada sistem perangkat lunak untuk menyoroti fakta penting tugas dan aktivitas yang akan dilakukan.


PENTINGNYA MANAJEMEN KEUANGAN DALAM USAHA/BISNIS

Manajemen keuangan memiliki banyak peran penting dalam kelancaran urusan bisnis, yaitu :
  1. Perencanaan keuangan: peran penting utama dari manajemen keuangan adalah perencanaan keuangan perusahaan. Ini berkaitan dengan kebutuhan keuangan setiap urusan bisnis. Semua kredit untuk mencapai kesuksesan bisnis bergantung pada perencanaan keuangan yang tepat.
  2. Menjaga atau melindungi dana: Manajemen keunagan juga bisa diterapkan untuk melindungi keuangan demi mencapai tujuan bisnis Anda harus menentukan bidang mana saja pada bisnis yang membutuhkan dana. Jangan sampai ada pengeluaran yang berlebihan pada satu poyek karena bisa berpengaruh pada proyek lainnya.
  3. Alokasi dana: alokasi dana yang tepat agar kemampuan operasional meningkat berawal dari manajemen keuangan yang dilakukan. Jika alokasi dana perusahaan tepat, maka dapat mengurangi biaya bisnis dan meningkatkan estimasi modal.
  4. Peluang investasi: jika Anda pandai mengelola keuangan, hal tersebut akan membuka peluang berinvestasi. Investasi akan membantu Anda mendapatkan keuntungan yang besar. Contoh investasi yang banyak dilakukan adalah emas, saham, reksadana, tanah, dan properti. Pelajari benar-benar cara investasi agar tidak merugi dan bisa meminimalkan risiko.

CARA MENYUSUN MANAJAMEN KEUANGAN DALAM BISNIS USAHA


Lalu bagaimana cara menyususn Manajamen Keuangan dalam bisnis usaha yang kita jalankan agar lebih efektif dan teratur?. 

   Dalam sebuah bisnis, manajemen keuangan adalah kunci utama kestabilan dan kesuksesan usaha yang dilakukan. Tidak peduli seberapa besar atau kecil bisnis yang dijalankan, manajemen finansial haruslah diterapkan dengan tegas. Dengan demikian, aliran dana dapat termonitor dengan baik dan meminimalisasi terjadinya kebocoran yang mengakibatkan kerugian. Cara menyusun manajemen keuangan pun bukan perkara yang terlalu susah sebenarnya. Selama menjalankan prinsip-prinsip dasar seperti berikut ini, Anda dapat mengatur dan memantau laju finansial bisnis dengan lebih mudah.


1. Menentukan Besarnya Profit yang Ingin Dicapai Sebagai Target Bisnis
   Saat menjalankan bisnis, Anda tidak dapat hanya menjalankannya tanpa menentukan besar target keuntungan yang ingin dicapai. Bila hanya menjalankan roda bisnis apa adanya, bisa-bisa Anda justru tekor karena selalu mencapai defisit. Untuk itu, pastikan besarnya keuntungan yang diharapkan. Sebagai catatan, jangan berambisi untuk mencapai laba yang terlalu tinggi. Buat rencana bertahap dari satu periode ke periode lain. Tak lupa, Anda pun harus selalu melakukan evaluasi dari setiap periode yang telah ditentukan, baik target profit yang direncanakan telah tercapai atau belum.
2. Membuat Rancangan Anggaran yang Detail dan Valid
   Di samping menentukan target, Anda juga harus cermat dalam memilih usaha yang dilakukan untuk mencapai apa yang sudah ditujukan. Usaha ini tentu akan melibatkan banyak biaya pengeluaran, baik yang bersifat berkala maupun hanya sekali (umumnya untuk aset).
   Saat berbicara mengenai rencana penambahan modal untuk pengembangan bisnis, jangan sampai salah arah, carilah pembiayaan yang tepat. Maka dari itu, buatlah rencana anggaran yang detail terkait usaha-usaha yang akan dilakukan. Dengan memiliki rancangan yang matang, risiko pengeluaran yang berlebihan akan dapat ditekan. Anda harus selektif dalam melakukan perencanaan ini untuk benar-benar menentukan pengeluaran mana yang hanya akan menjadi cost dan mana yang akan memberikan benefit.
3. Membuat Pembukuan yang Rapih dan Tersusun
   Membuat rincian dana saja tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan pikiran. Kita memerlukan sebuah alat bantu yang akan mempermudah dalam melakukan pencatatan pembukuan alias neraca. Mulai dari pembukuan dalam bentuk buku konvensional maupun dalam bentuk digital yang lebih praktis, semua dapat kita gunakan sesuai kenyamanan.
   Pembukuan yang dibuat pun harus memiliki alur yang jelas. Ikuti pedoman pembukuan yang baku untuk mempermudah pengecekan. Agar lebih aman, bila membutuhkan orang lain untuk melakukannya, pilihlah orang yang detail, teliti, dan dapat dipercaya. Mengingat pentingnya peranan pembukuan, pastikan kita memilih orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan pencatatan ini.
4. Mengelola Perputaran Kas BUsaha
Kita tidak sebaiknya hanya berorientasi pada hasil yang didapat—dalam hal ini tidak lain adalah laba. Karena, tidak jarang perusahaan yang secara nilai berhasil mencatatkan tingginya keuntungan yang diperoleh tetapi justru mengalami macet dan kesusahan dalam melakukan perputaran kas.
Seperti contoh, Kita boleh menerima keuntungan di akhir tahun. Namun begitu diperiksa, rupanya ada hambatan pada perputaran barang yang tersedia dan tidak sebanding dengan besarnya kredit yang Anda miliki. Hal ini tentu menjadi sebuah koreksi penting yang perlu segera diperbaiki. Anda pun memerlukan patokan termin tertentu untuk menghabiskan sisa stok dan mencapai target baru.
5. Memisahkan Urusan Pribadi dan Bisnis Usaha
Yang terpenting dari cara mengelola manajemen keuangan bisnis adalah dengan tidak mencampuradukkan urusan finansial pribadi dan bisnis. Sekecil apa pun usaha yang dilakukan, buat batasan yang jelas antara kepentingan pribadi dan bisnis.
Jangan jadikan akun rekening yang Anda miliki menjadi satu pintu dengan transaksi bisnis yang dilakukan. Sayangnya, masih belum terlalu banyak pelaku usaha—terutama yang masih baru dan dalam masa penjajakan—yang menerapkan hal ini karena dianggap remeh. Padahal dengan memiliki pintu keuangan sendiri, pengelolaan finansial bisnis akan menjadi lebih mudah.

  Begitulah kira-kira gambaran tentang Manajemen Keuangan beserta bagaimana cara menyusun Manajemen Keuangan dalam bisnis usaha yang kita jalani. Semoga apa yang saya tulis dapat dipahami oleh pembaca dan semoga bisa dijadikan informasi pembelajaran untuk pembisnis pemula yang mungkin masih kurang efektif dalam mengelola keuangan bisnis yang dijalankan. Jika ada kesalahan dalam pengetikan atau tutur kata penulis mohon maaf, atas segala perhatiannya dan telah menyimak apa yang penulis buat. Saya ucapkan terimakasih banyak.
See you next artikel... Thank you.